Sadang, Sidoarjo – Rabu, 6 Agustus 2025, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Muttaqin yang berlokasi di Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menjadi tuan rumah sebuah kegiatan penting bertajuk Kunjungan Kerja Outdoor Study Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Pandaan. Agenda kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jejaring kolaborasi antar lembaga pendidikan anak usia dini dan madrasah dasar, khususnya dalam penguatan layanan pendidikan inklusi yang menjadi salah satu fokus MI Darul Muttaqin dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak pagi, suasana halaman MI Darul Muttaqin tampak ramai dengan kehadiran peserta kunjungan yang sebagian besar merupakan para guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Pandaan.
Latar Belakang Kegiatan Kunjungan Kerja
Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman langsung kepada para guru RA mengenai:
-
Pengelolaan madrasah inklusi
-
Praktik baik pembelajaran adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus
-
Penguatan manajemen kurikulum yang responsif terhadap keberagaman
MI Darul Muttaqin dipilih karena reputasinya yang telah terakreditasi A (unggul), serta secara konsisten membuka akses bagi anak-anak dengan ragam kebutuhan khusus. Dalam sambutannya, Ketua IGRA Pandaan menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan menjadi momentum saling belajar dan saling menguatkan antar lembaga pendidikan dasar dan pra-dasar di Jawa Timur.
Jalannya Acara: Rangkaian Kegiatan yang Padat dan Bermakna
Mengacu pada dokumen rundown resmi, berikut rangkaian kegiatan kunjungan kerja:
-
07.00 – 08.00 WIB – Registrasi Tamu Hadir
Peserta melakukan pengisian daftar hadir dan menerima kelengkapan acara. Suasana penuh keakraban karena sebagian besar peserta sudah saling mengenal.

-
08.00 – 09.30 WIB – Pembukaan dan Sambutan
Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan pembukaan resmi. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pengurus IGRA Pandaan yang menekankan pentingnya transfer praktik baik. Sambutan berikutnya datang dari Kepala Madrasah, Ibu Nur Aini, S.Pd.I., yang memperkenalkan profil MI Darul Muttaqin sebagai madrasah inklusi.Tidak hanya itu, panitia menghadirkan:
-
Konsultan inklusif
-
Konsultan kurikulum, untuk memberikan gambaran teknis bagaimana kurikulum adaptif diterapkan.

-
-
09.30 – 11.30 WIB – Kunjungan dan Observasi
Ini merupakan sesi inti kegiatan. Para peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk:-
Mengunjungi ruang sumber (ruangan khusus layanan terapi wicara, sensori, dan ruang remedial).
-
Melihat proses pembelajaran di kelas inklusi.
-
Melakukan observasi interaksi antara guru, peserta didik reguler, dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Banyak peserta yang mencatat detail-detail teknis seperti strategi pembelajaran individual, penggunaan media bantu, serta metode asesmen perkembangan anak.




-
-
11.30 – 12.30 WIB – Ishoma
Peserta beristirahat sekaligus bersilaturahmi sambil menikmati jamuan makan siang khas Sidoarjo.
-
12.30 – 13.00 WIB – Tanya Jawab, Penutup, dan Pemberian Souvenir
Pada sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul, di antaranya:-
Bagaimana MI Darul Muttaqin melakukan asesmen awal ABK?
-
Bagaimana proses komunikasi dengan orang tua/wali murid?
-
Bagaimana pengelolaan anggaran pembiayaan layanan inklusi?
Kepala Madrasah dan konsultan menjelaskan bahwa kunci keberhasilan adalah kolaborasi erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Sesi penutup ditandai pemberian cinderamata bagi seluruh peserta.


-
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama di halaman madrasah.

MI Darul Muttaqin: Madrasah Inklusi yang Jadi Inspirasi
MI Darul Muttaqin bukan madrasah baru. Berdiri lebih dari dua dekade lalu, lembaga ini mengalami transformasi signifikan saat memutuskan membuka layanan inklusi secara resmi pada tahun 2018. Perjalanan menuju madrasah inklusi bukan tanpa tantangan:
-
Kurangnya sumber daya guru yang kompeten dalam pembelajaran adaptif
-
Minimnya pemahaman masyarakat tentang inklusi
-
Terbatasnya sarana prasarana khusus ABK
Namun, berkat komitmen pengelola dan dukungan komunitas, MI Darul Muttaqin berhasil menciptakan ekosistem yang kondusif. Saat ini madrasah memiliki:
-
Guru kelas reguler yang sudah bersertifikasi pelatihan inklusi
-
Guru pendamping khusus
-
Ruang sumber lengkap dengan peralatan terapi sederhana
-
Program asesmen perkembangan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Ibu Nur Aini menyampaikan bahwa filosofi MI Darul Muttaqin adalah “setiap anak unik dan berhak tumbuh sesuai potensinya.”
Testimoni Peserta: Kesan Mendalam dan Harapan
Beberapa guru peserta kunjungan menyampaikan testimoni positif. Salah satu guru RA dari Pandaan, mengatakan:
“Saya sangat terharu melihat bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus di MI Darul Muttaqin bisa duduk bersama teman-teman reguler dengan nyaman. Ternyata inklusi itu bukan hanya teori. Saya banyak belajar hari ini.”
Penutup: Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Inklusif
Kunjungan kerja IGRA Pandaan ini menjadi momentum berharga bagi penguatan jejaring madrasah inklusi di Jawa Timur. MI Darul Muttaqin sekali lagi menunjukkan bahwa dengan keberanian dan komitmen, lembaga pendidikan mampu menjadi rumah belajar yang ramah bagi semua anak, tanpa kecuali.
Acara yang dihelat pada 6 Agustus 2025 M/12 Safar 1447 H ini bukan hanya kunjungan kerja formal, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan masa depan pendidikan Indonesia semakin inklusif dan berkeadilan.
Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi madrasah dan lembaga pendidikan lainnya, untuk terus membuka ruang belajar bagi setiap anak agar bisa tumbuh, bersosialisasi, dan meraih prestasi terbaiknya.







