Sidoarjo, 14 Agustus 2025 – Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Muttaqin menggelar serangkaian kegiatan bertajuk "Semarak Kemerdekaan". Acara ini menjadi momen istimewa tidak hanya bagi siswa reguler, tetapi juga bagi siswa inklusi yang menjadi bagian penting dari keluarga besar MI Darul Muttaqin.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 mengikuti berbagai lomba edukatif yang dikemas secara menyenangkan, mulai dari lomba memindahkan bendera, lomba memindahkan bola, lomba meronce kata, hingga lomba tebak bangun datar. Tak hanya itu, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama pada 16 Agustus 2025, menciptakan suasana hangat penuh kekeluargaan.

Hari Pertama: Lomba Memindahkan Bendera dan Bola
Setelah pembukaan, lomba pertama yang digelar adalah memindahkan bendera. Lomba ini dirancang untuk melatih kerjasama, koordinasi, dan keterampilan motorik siswa. Setiap tim terdiri dari beberapa siswa yang harus memindahkan bendera kecil dari satu titik ke titik lainnya menggunakan metode yang ditentukan panitia.
Gelak tawa dan sorak sorai terdengar saat peserta berusaha menjaga bendera agar tidak jatuh. Meski terlihat sederhana, lomba ini mengajarkan pentingnya ketelitian dan kekompakan.
Dilanjutkan dengan lomba memindahkan bola, para siswa kembali unjuk kebolehan. Bola dipindahkan menggunakan sendok atau alat tertentu sesuai aturan lomba. Tantangannya adalah menjaga bola agar tidak jatuh, sambil tetap bergerak cepat menuju garis akhir. Guru pendamping memberikan semangat di setiap langkah, terutama untuk siswa inklusi yang mendapat dukungan penuh dari teman-temannya.
Salah satu hal istimewa dari “Semarak Kemerdekaan” di MI Darul Muttaqin adalah keterlibatan anak-anak inklusi secara penuh. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar ikut serta sebagai peserta lomba.
Guru pendamping inklusi menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk:
-
Meningkatkan rasa percaya diri siswa inklusi.
-
Melatih keterampilan sosial melalui interaksi dengan teman-teman sebaya.
-
Mendorong kemandirian dalam mengikuti aturan dan instruksi lomba.
-
Menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa membedakan kemampuan.
Kehadiran siswa inklusi juga memberikan pelajaran berharga bagi siswa lainnya, yakni pentingnya toleransi, empati, dan saling membantu.







