Darul Muttaqin – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat citra lembaga pendidikan di era digital, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Muttaqin menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Desain Grafis dengan tema “Membangun Branding Pendidikan di Media Sosial: Desain Grafis yang Profesional”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertepatan dengan 25 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di lingkungan MI Darul Muttaqin.
Pelatihan ini diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan MI Darul Muttaqin dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan publikasi kegiatan pendidikan secara profesional dan menarik.

Di era digital saat ini, keberadaan media sosial dan konten visual memiliki peran yang sangat penting dalam membangun citra dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Madrasah tidak hanya dituntut unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu menyampaikan berbagai kegiatan dan prestasi secara informatif, menarik, dan beretika melalui media digital.
Kepala MI Darul Muttaqin dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan desain grafis ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. “Madrasah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah kemampuan membuat desain grafis yang baik untuk publikasi kegiatan, pengumuman, hingga branding lembaga di media sosial,” ungkapnya.
Menurut beliau, desain grafis yang profesional akan membantu madrasah menyampaikan pesan dengan lebih efektif, meningkatkan daya tarik informasi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan.
Pelatihan desain grafis ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang pendidikan dan desain grafis, yaitu:
-
Moh. Anang Abidin, M.Pd. sebagai Pemateri 1
-
Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. sebagai Pemateri 2
Kedua pemateri menyampaikan materi secara sistematis dan aplikatif, sehingga mudah dipahami oleh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang kemampuan teknologi.
Pada sesi awal, Moh. Anang Abidin, M.Pd. menjelaskan tentang pentingnya branding pendidikan di media sosial. Ia menekankan bahwa desain grafis bukan sekadar memperindah tampilan, tetapi juga merupakan media komunikasi yang mencerminkan identitas, visi, dan nilai-nilai lembaga pendidikan.

“Desain yang baik akan membangun kesan pertama yang positif. Melalui desain grafis yang profesional, madrasah dapat menunjukkan eksistensinya, program-program unggulan, serta berbagai kegiatan positif kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. menyampaikan materi yang lebih teknis dan praktis terkait pembuatan desain grafis. Peserta diajak untuk mengenal prinsip dasar desain, seperti komposisi, warna, tipografi, dan konsistensi visual.
Dalam pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi desain grafis yang mudah diakses dan ramah bagi pemula. Melalui praktik langsung, peserta diajak untuk membuat desain sederhana seperti poster kegiatan, flyer pengumuman, dan konten media sosial madrasah.
Suasana pelatihan terlihat hidup dan interaktif. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung materi yang disampaikan. Beberapa peserta bahkan mempresentasikan hasil desain mereka untuk mendapatkan masukan dan evaluasi dari pemateri.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat suasana pelatihan yang kondusif dan penuh semangat. Para peserta tampak serius mengikuti materi yang disampaikan, baik saat sesi pemaparan maupun praktik langsung. Dengan bantuan proyektor, pemateri menampilkan langkah-langkah pembuatan desain secara rinci, sehingga peserta dapat mengikuti dengan mudah.
Interaksi dua arah antara pemateri dan peserta menjadi salah satu keunggulan kegiatan ini. Peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadikan pelatihan lebih efektif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Selain sesi pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kolaborasi antar guru dan tenaga kependidikan. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, peserta saling berbagi pengalaman dan ide terkait pengelolaan media sosial madrasah.

Sebagai bentuk apresiasi, pemateri juga menyerahkan cenderamata kepada dewan guru. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan madrasah sebagai ungkapan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan. Momen ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan, yang mencerminkan nilai penghargaan dan kebersamaan.

Pelatihan desain grafis ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme MI Darul Muttaqin dalam pengelolaan informasi dan publikasi kegiatan. Dengan kemampuan desain grafis yang dimiliki oleh guru dan tenaga kependidikan, madrasah dapat secara mandiri membuat berbagai kebutuhan visual, seperti poster kegiatan, banner, hingga konten media sosial.
Hal ini sejalan dengan visi MI Darul Muttaqin sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Branding pendidikan yang baik di media sosial juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menarik minat orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya di MI Darul Muttaqin.

Lebih dari sekadar branding, media sosial juga dipandang sebagai sarana dakwah dan edukasi. Melalui konten yang menarik dan bernilai positif, madrasah dapat menyampaikan pesan-pesan keislaman, kegiatan keagamaan, serta prestasi siswa kepada masyarakat luas.
Pemateri menekankan bahwa dalam membuat konten media sosial, madrasah harus tetap memperhatikan etika, nilai-nilai keislaman, serta tujuan pendidikan. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga media pembelajaran dan inspirasi.
Melalui pelatihan desain grafis ini, MI Darul Muttaqin berharap para guru dan tenaga kependidikan dapat terus mengembangkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi. Ke depan, madrasah berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan guna memperdalam keterampilan desain dan pengelolaan media digital.
Kepala madrasah menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme pendidik. “Kami ingin seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter,” tuturnya.

Kegiatan Pelatihan Desain Grafis MI Darul Muttaqin yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026 ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat branding pendidikan di era digital.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan MI Darul Muttaqin mampu menghadirkan konten-konten publikasi yang informatif, menarik, dan profesional, sekaligus mencerminkan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang besar, menjadi langkah awal menuju pengelolaan media sosial madrasah yang lebih kreatif dan efektif, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan MI Darul Muttaqin di masa yang akan datang.








